Setiap umat Islam pasti berkeinginan untuk berhaji. Sebagai rukun Islam terakhir, melaksanakan haji berarti menyempurnakan rukun Islam. Namun pelaksanaannya ternyata tidak mudah. Umat Islam harus rela menunggu antrian. Pertanyaannya, kenapa antrian haji lama?


Untuk tahun 2023, antrian haji terbilang semakin lama yakni antara 11 hingga 47 tahun. Padahal sejatinya, syarat haji yang paling berat hanya satu yaitu memiliki kemampuan. Dengan angka antrian tersebut, tentu orang yang mampu pun tidak bisa langsung berangkat bukan?


Lantas, apa alasan kenapa antrian haji terlalu lama dan bagaimana solusi terbaik bagi umat Islam untuk menghadapinya?


Kenapa Antrian Haji Lama?


Kuota haji per tahun


Saat memilih paket haji reguler, memang pada dasarnya setiap muslim harus rela menunggu antrian yang cukup lama. Inilah salah satu alasan kenapa ibadah haji menjadi salah satu ibadah yang memerlukan banyak kesabaran.


Jika ditelaah, ada beberapa hal yang menjadi sebab antrian haji terlampau lama. Beberapa diantaranya adalah:


1. Haji Terikat Waktu


Berbeda dengan ibadah umroh, pelaksanaan ibadah haji hanya bisa dilakukan pada waktu khusus. Jika ibadah umroh bisa dilakukan kapanpun sepanjang tahun, ibadah haji hanya bisa dilakukan pada bulan tertentu dalam setahun.


Hal ini Allah Subhanahu wa Ta’ala jelaskan dalam Surat Al Baqarah 197 yang artinya,


“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa pelaksanaan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaKu wahai orang-orang yang berbekal”.


Beberapa bulan yang dimaksud yakni bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijjah. Dalam waktu yang ditetapkan syariat tersebut, hanya beberapa jamaah haji yang bisa berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal antrian.


2. Pembatasan Kuota


Di samping waktu haji yang terbatas, antrian haji juga dipengaruhi oleh kuota haji yang tersedia. Setiap tahun biasanya Pemerintah Arab Saudi memberikan batasan kuota haji untuk setiap negara. Jika kuota yang disediakan sangat minim sedangkan yang ingin berhaji banyak, tentu menjadikan antrian semakin panjang.


Pembatasan kuota dilakukan dengan tujuan kebaikan bersama. Sebab jika dipaksakan, pengunjung yang berlebih ke Baitullah bisa berdampak negatif pada jamaah haji. Terlebih cuaca Arab Saudi yang terbilang cukup ekstrem.


Maka, tidak mengherankan jika banyak jamaah yang memilih jalur haji khusus atau haji plus. Sebab jalur ini dinilai lebih efektif untuk memangkas antrian waktu pemberangkatan.

Meskipun pada tahun 2023 ini Pemerintah Arab Saudi telah memberikan jatah kuota haji terbesar untuk Indonesia. Tetapi, nyatanya masih belum memberi solusi. Antrian masih begitu banyak dan tetap lama.


3. Besarnya Antusias


Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, antusias untuk berhaji muslim Indonesia cukup besar. Hal ini juga tergambar dari banyaknya jamaah haji yang ingin mengulang kembali hajinya.


Selain itu muslim yang belum masuk kategori mampu secara finansial pun banyak yang memaksakan diri mendaftar untuk berhaji. Dengan berbekal keyakinan, dengan waktu tunggu yang ada mereka akan mampu melunasi seluruh biaya haji.


Padahal, sejatinya haji adalah untuk yang benar-benar memiliki kemampuan biaya. Hal inilah yang pernah disampaikan Buya Yahya dalam suatu kesempatan. Sehingga meskipun seorang muslim telah mampu secara mental, tetap tidak ada kewajiban berangkat haji jika belum memiliki kemampuan biaya.


Setidaknya, itulah beberapa sebab dibalik antrian haji yang semakin lama. Disamping tiga sebab itu tentu masih banyak sebab lainnya. Jika merasa antrian haji begitu lama, sebaiknya perlu mencari solusi agar bisa segera menunaikan haji. Apalagi jika memang telah memiliki kemampuan biaya.


Solusi Antrian Haji Lama


Haji Furoda sebagai salah satu solusi menghindari antrian keberangkatan haji yang lama


Untuk yang telah memiliki kemampuan biaya haji, saat ini telah ada solusi agar tidak menunggu antrian haji yang lama. Satu alternatif berangkat haji yang bisa dijadikan pilihan yakni paket haji furoda.


Haji furoda berbeda dengan haji plus. Perbedaan haji furoda dan plus paling menonjol adalah waktu pemberangkatan haji. Meskipun haji plus jauh lebih cepat dalam pemberangkatan daripada haji reguler, haji furoda masih jauh lebih cepat lagi.


Jika haji plus antrian yang diperlukan hanya antara 5 hingga 7 tahun, haji furoda bisa berangkat pada tahun pendaftaran. Dengan demikian, tidak perlu menunggu antrian sama sekali. Ketika ada kemampuan untuk membayar haji furoda, bisa segera menunaikan haji.


Tentu dengan perbedaan waktu pemberangkatan terkait erat dengan estimasi biaya yang diperlukan. Secara logika, semakin mudah pelaksanaan dan semakin bagus fasilitas tentu berpengaruh pada biaya.


Untuk tahun 2023 biaya haji plus dan furoda sudah sudah mencapai angka ratusan juta. Biaya yang diperlukan untuk haji plus tahun ini adalah 119 jutaan rupiah. Sedangkan untuk haji furoda, biaya yang diperlukan mencapai 231 jutaan rupiah.


Bagi yang memiliki kemampuan dalam segi biaya, bisa merencanakan ikut haji furoda. Semakin cepat menunaikan ibadah haji akan semakin mendatangkan ampunan dan keberkahan.


Berangkat Haji Tanpa Lama Bersama Namira Travel


Haji bersama Namira Travel


Saat ini untuk berangkat haji, jamaah bisa memilih travel sesuai dengan keinginan. Bagi yang telah berencana menunaikan haji furoda 2024, bisa menjadikan Namira Travel sebagai pilihan. Biro perjalanan haji dan umroh ini selain professional juga menyediakan paket haji furoda.


Dengan menggunakan layanan dari Namira, selain jamaah bisa berangkat haji tanpa menunggu lama juga bisa lebih memberikan ketenangan. Sebab sebagai travel professional, layanan yang diberikan benar-benar dilakukan maksimal untuk para tamu Allah.


Selain itu para jamaah juga tidak perlu khawatir dengan kesiapan keberangkatan. Sebelum hari pemberangkatan, travel akan memberikan informasi terkait persiapan serta memberikan bimbingan yang interaktif.


Harapannya jamaah akan berangkat haji dalam keadaan siap. Sehingga ibadah haji akan dapat dilakukan dengan lancar dan khusyuk.


Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan niat setiap hambaNya untuk menunaikan ibadah haji. Serta menjadikan setiap pelaksanaan haji sebagai haji yang mabrur dan diridhoiNya.