Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah Arab Saudi mulai memperketat pengawasan terhadap penyelenggaraan perjalanan umroh. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas layanan serta memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah dari berbagai negara.
Berdasarkan laporan terbaru, sekitar 1.800 agen perjalanan umroh internasional mengalami penghentian sementara kontrak dalam proses evaluasi standar layanan. Kebijakan ini berfokus pada penerbitan visa baru, sementara jamaah yang telah memiliki visa maupun layanan perjalanan yang sudah terkonfirmasi tetap dapat berangkat sesuai jadwal.
Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan standar pelayanan umroh di tengah meningkatnya jumlah jamaah setiap tahunnya. Dengan sistem yang semakin tertata, diharapkan setiap perjalanan ibadah dapat berjalan dengan lebih aman, nyaman, dan terarah. Bagi calon jamaah, kondisi ini menjadi pengingat bahwa memilih travel umroh bukan sekadar mempertimbangkan harga. Lebih dari itu, penting untuk memastikan legalitas, kejelasan layanan, serta rekam jejak penyelenggara perjalanan.
Perjalanan ke Tanah Suci adalah ibadah yang penuh makna. Oleh karena itu, persiapan yang matang—termasuk dalam memilih travel—akan sangat berpengaruh pada kenyamanan dan kekhusyukan selama menjalankannya. Dengan memilih travel yang terpercaya, jamaah dapat lebih fokus beribadah tanpa kekhawatiran terhadap aspek teknis perjalanan.
Pada akhirnya, umroh bukan hanya tentang sampai di Tanah Suci, tetapi tentang bagaimana perjalanan tersebut dijalani dengan rasa tenang, aman, dan penuh keberkahan.
Sumber: HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji)
