Indonesia kembali menorehkan langkah bersejarah dalam pelayanan ibadah haji dan umrah. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Republik Indonesia berhasil memenangkan lelang hotel dan lahan strategis di Kota Makkah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan sebagai Kampung Haji Indonesia. Lokasinya pun sangat istimewa, hanya sekitar 500 meter dari Masjidil Haram, pusat ibadah umat Islam dunia.
Keberhasilan ini menandai babak baru kehadiran Indonesia di Tanah Suci, bukan sekadar sebagai pengirim jamaah terbanyak, tetapi juga sebagai negara yang memiliki basis layanan permanen untuk warganya. Langkah strategis ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan jamaah Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kemenangan lelang tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hotel dan lahan yang diperoleh akan menjadi fondasi pembangunan Kompleks Haji Indonesia, sebuah kawasan terpadu yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan jamaah Indonesia selama berada di Makkah.
Informasi ini disampaikan usai Menteri Sekretaris Negara menerima laporan langsung dari CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, dalam agenda retret kabinet yang digelar di Bogor pada Selasa, 6 Januari 2026. Keberhasilan ini sekaligus mencerminkan hasil diplomasi dan kerja sama internasional yang semakin menguat antara Indonesia dan Arab Saudi.
Kehadiran Kampung Haji Indonesia membawa harapan besar bagi jamaah. Dengan jarak yang lebih dekat ke Masjidil Haram, jamaah diharapkan dapat menghemat tenaga, mengurangi kelelahan, dan menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih khusyuk. Dukungan akomodasi yang lebih tertata, aman, dan nyaman juga diharapkan mampu meningkatkan pengalaman ibadah haji dan umrah secara menyeluruh.
Lebih dari sekadar proyek pembangunan, Kampung Haji Indonesia merupakan ikhtiar negara dalam memuliakan tamu-tamu Allah. Inisiatif ini menjadi simbol kesungguhan pemerintah dalam menghadirkan pelayanan ibadah yang lebih baik, manusiawi, dan berpihak pada jamaah Indonesia, sekaligus menjadi warisan penting bagi generasi jamaah di masa mendatang.
